Minggu, 26 Januari 2014

Kutipan Langsung dan Tidak Langsung

 Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Kutipan bisa disebut juga suatu  pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip. Kutipan dapat dibedakan menjadi kutipan langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah pernyataan yang kita tulis dalam susunan kalimat aslinya tanpa mengalami perubahan sedikit pun. sedangkan kutipan tidak langsung adalah pengungkapan kembali maksud penulisan dengan kata-katanya sendiri. jadi, yang di kutip hanyalah pokok-pokok pikiran,atau hanya ringkasan atau kesimpulandari sebuah tulisan.

Tujuan Kutipan

·        Sebagai landasan teori untuk tulisan kita
·        Sebagai penjelasan
·        Bisa juga sebagai penguat pendapat yang kita kemukakan

Definisi Kutipan Langsung & Tidak Langsung

a. Kutipan langsung :

Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

Contoh Kutipan Langsung

a.     Siswoyo(1980:30) menegaskan, "segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)".

b.   “Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38).

c.     “Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78).

d.      Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (keraf,1983:3).

e.   Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan (perpera,1928: 168).


Kutipan Tidak Langsung

Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan. Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat
penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman. Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.

Contoh Kutipan Tidak Langsung

a.      Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).

b.      Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).

c.       Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:8) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar y akin akan mendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

d.      Alqur’an memerintahkan umat islam agar menggunakan akalnya dalam mengamati hakikat alam semesta. Perintah semacam itu di antaranya termaktub dalam surrah arrum [30] ayat 22.

e.      Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada intervensi dalam pengusutan kasus Bank Century yang diduga terindikasi pelanggaran tindak pidana korupsi (Republika, Ahad 7 Maret 2010 halaman 1 ).


Contoh Ketentuan Kutipan Langsung

Apabila seorang penulis mengungkapkan suatu pernyataan/pendapat yang digali dari sumber lain dengan tidak mengubah apapun yang ada,apa adanya disebut kutipan langsung.

a.      Jika suatu pernyataan yang dikutip kurang dari empat baris ,maka penulisannya harus ditempatkan bersama-sama dengan uraian di dalam teks. Sismoyo (1982:30) menegaskan,’segala keputusan ilmih hanya merupakan kemungkinan terbesar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)’.
b.      Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau lebih ditempatkan terpisah dari uraian teksnya,segera setelah baris terakhir dari teks yang mendahuluinya. Pendapat Parera (1982:168).
c.       Jika mengambil kutipan dari sumber asing maka sebaiknya disertai dengan kutipan tak langsung ebagai terjemahan bebas dari penulisnya.
Nattiger dalam Carter dan McCharty(1988:63) mengemukakan pula tentang petunjuk konteks yang berfungsi sebagai cara untuk mencari makna kata. Seperti dikatakannya,”Guessing vocabulary from context is the most frequest way we discover the meaning world”.
d.      Jika pernyataan yang kita kutip bukan berupa kalimat, melainkan kelompok kata maka secara gramatikal kutipan dimaksud merupakan bagian dari kalimat penulisnya.
Konsepsi pembudayaan oleh herkovits (1976) diartikan sebagai suatu proses yang dinyatakannya sebagai “which includes the whole gamut of conditioning,conscious or unconscious”.
e.      Untuk kutipan langsung pendek ,baris –baris dari sajak disalin ke dalam teks dan diletakan di dua tanda kutip.
Chairil Anwar dalam sajaknya  “Isa” kata pengikatnya adalah “itu tubuh/mengucur darah”.

Sabtu, 28 Desember 2013

Contoh Kerangka Karangan Berdasarkan Urutan Ruang dan Berdasarkan Topik

Contoh Kerangka Karangan 

Kerangka karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya.

Manfaat Kerangka Karangan :

1   1.  Untuk menyusun karangan secara teratur.
2   2. Mempermudah pembahasan tulisan.
     3.  Menghindari isi tulisan keluar dari tujuan awal.
       4. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
     5. Memudahkan penulis mencari materi tambahan.
     6. Menjamin penulis bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
     7. Memudahkan penulis mencapai klimaks yang berbeda-beda.

Dengan adanya kerangka karangan, penulis bisa langsung menyusun tulisannya sesuai butir-butir bahasan yang ada dalam kerangka karangannya. Kerangka karangan merupakan miniatur dari sebuah karangan. Dalam bentuk ini, karangan tersebut dapat diteliti, dianalisi, dan dipertimbangkan secara menyeluruh.

Syarat-syarat Kerangka Karangan yang Baik :

      1. Pengungkapan maksudnya harus jelas.
      2. Tiap unit dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
      3. Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis.
            4. Harus menggunakan pasangan simbol yang konsisten.


  • Berdasar Urutan Ruang


Topik yang diuraikan berkaitan erat dengan ruang / tempat : dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, urutan geografis.
Contoh :

Topik : Pertumbuhan ekonomi.
Tujuan : Untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi di dalam dan luar negri.
Tema : Pertumbuhan ekonomi di dalam dan luar negri.

I. PERTUMBUHAN EKONOMI DI LUAR INDONESIA
A. Pertumbuhan Ekonomi di Asia
1. Pertumbuhan Ekonomi di Korea.
2. Pertumbuhan Ekonomi di Singapura.
3. Pertumbuhan Ekonomi di Jepang.
B. Pertumbuhan Ekonomi di Eropa
1. Pertumbuhan Ekonomi di Rusia.
2. Pertumbuhan Ekonomi di Italia.
3. Pertumbuhan Ekonomi di Jerman

II. PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA.
A. Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Jawa
1. Pertumbuhan Ekonomi di Jakarta.
2. Pertumbuhan Ekonomi di Surabaya.
3. Pertumbuhan Ekonomi di Solo.
B. Pertumbuhan Ekonomi di luar Pulau Jawa
1. Pertumbuhan Ekonomi di Papua Barat.
2. Pertumbuhan Ekonomi di Padang.
3. Pertumbuhan Ekonomi di Medan.


  •             Berdasarkan Urutan Topik Yang Ada


Bagian-bagian diterangkan tanpa memasalahkan mana yang penting. Misal, laporan keuangan : pemasukan dan pengeluaran, bagian-bagian dalam sebuah lembaga, dll.
Contoh :

Topik: Hutan
Tujuan: Untuk mengetahui pemanfaatan hutan
Tema: Pemanfaatan hutan.

I. MANFAAT HUTAN SECARA ALAMIAH
A. Mencegah Erosi
B. Mengurangi Polusi
1. Polusi Udara
2. Polusi Suara
C. Sebagai Hutan Lindung

II. MANFAAT HUTAN SECARA EKONOMIS
A. Hutan Tanaman Industri
B. Hutan untuk Rekreasi
C. Hutan untuk Penelitian

Untuk pola berdasar urutan topik yang ada, penulis tidak perluvmemperhatikan  mana yang akan didahulukan.

Jumat, 27 Desember 2013

CERPEN

Selamat pagi semua nya…
Pagi ini aku teringat dengan tugas softskill yaitu bikin cerpen tentang diri sendiri. Yaaaaah sebenernya sih agak malu untuk mnenceritakan tentang bagaimana aku dan kehidupan aku hehehe tapi demi tugas akan aku ceritakan segelintir perjalan kehidupan aku.

Perkenalkan nama aku Kurnia Ambarwati. Aku lahir di Klaten 1 Juli 1993. Anak pertama dari 2 bersaudara. Lahir dari keturunan jawa asli tapi kurang begitu bisa bahasa jawa, kalau ada yang ngomong jawa sih aku masih mengerti hehehe maklum aku numpang lahir aja di Klaten. Waktu aku masih berumur 2 bulan sudah merantau di Jakarta ya bisa dibilang besar dikota lah jadi maklum saja kalau kurang begitu mahir bahasa suku sendiri.



Dari kecil aku itu tomboy, walaupun sama mamah dikasih mainan masak-masakkan, Barbie, boneka tapi aku tetep aja main nya sama anak-anak laki-laki main layangan, main kelereng, kejar-kejaran, ngambilin ikan kecil dikali sama selokan hahahhaha dari situ aku punya teman lebih banyak laki-laki dari pada perempuan sampai detik ini. Ya karna menurut aku lebih seru punya banyak teman laki-laki dibanding perempuan lebih gokil, engga malu-malu dan lebih menantang hehehe. Waktu SD aku pernah berantem sama cowok dikelas sampai mamah aku datang dan guru aku ikut turun tangan, ya mungkin akibat aku terlalu tomboy kali ya dulu hehe.


Dari kecil aku itu suka banget sama olahraga mau olahraga apapun itu termasuk yang dominan suka dimainkan sama laki-laki. waktu SD tuh suka ngadain pertandingan sepak bola, kasti, lari jauh, lompat jauh, sampai senam Alhamdulillah nilai aku paling tinggi dari pada anak-anak perempuan lainnya.

Setelah masuk SMP sudah mulai tidak terlalu tomboy maklum masuk masa-masa jadi anak ABG gitu deh jadi agak dihilangkan sedikit tomboy nya. Naaaaah, di SMP itu ada sistem seminggu sekali setiap siswa harus mengikuti extrakulikuler. Banyak banget pilihan nya, tapi berhubung aku suka olahraga aku pilih basket, futsal putri, sama beladiri Taekwondo. Disekolah ada 3 beladiri taekwondo, karate, dan silat. Kalau silat asli Indonesia dan biasa lah kurang begitu menarik. Karate juga sudah banyak yang tau dan kalau dilihat termasuk beladiri berbahaya sama dengan silat. Maka dari itu aku lebih memilih taekwondo. Menurut aku taekwondo itu lebih main di teknik dan keindahan dibandingkan beladiri yang lain. Sejak saat itu aku sangat sangat cinta sama taekwondo.


Masa-masa SMP itu mungkin masa-masa masih banyak bermain mungkin hahahaha. Banyak kejadian lucu tapi engga mungkin kan aku ceritakan semuanya, maluuuuuu >.<

Setelah lulus SMP akhir nya aku bisa masuk SMA negri satu-satu nya didaerah sini Alhamdulillah. Ya seperti sekolah pada umumnya anak baru pasti diberi pengenalan tentang sekolahnya, kalau disana disebutnya MOPD  (masa orientasi peserta didik). Tapi MOPD angkatan aku itu parah banget. Memakai topi dari karton, jubah dari plastic, kalung permen, gesper kaleng, sapu yang suka dibawa sama penyihir gitu deh, bawa tongkat dari bamboo, papan nama, aaaaah pokoknya itu masa-masa parah dibully sama senior di SMA. Tapi dari situlah banyak kejadian yg tidak akan terlupakan sampai kapanpun. Setelah itu resmi deh jadi anak SMA yang sudah make putih abu- abu :D



Di SMA juga ada ekstrakulikuler tapi aku lebih tertarik untuk meneruskan taekwondo. Tapi aku sempat ikut pasukan paskibra, Cuma karna waktu yang bentrok akhirnya lebih focus ke taekwondo saja. Dan benar saja Alhamduillah aku masuk menjadi atlet kabupaten bogor dan kejurda tingkat provinsi di Jakarta. Tapi dengan itu semua aku tidak lupa untuk akademik nya.


Setelah kelas 10 ada tes IQ dan psikotes untuk masuk jurusan IPA atau IPS. Aku sih tau diri aja aku memang lemah soal rumus dan hitungan yg ngejelimet. Dan aku lebih suka ke teori dan hafalan, akhirnya aku masuk ke jurusan IPS yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Tapi aku tetap bangga karna menurut aku IPS itu seru ya pasti nya ga banyak rumus seperti di jurusan IPA.

Benar ya kata banyak orang masa-masa SMA itu adalah masa paling menyenangkan dalam hidup. Dan aku merasakan nya. Cuma di SMA bisa menemukan hal-hal yang belum pernah aku lakuin sebelumnya.

Dan di SMA aku menemukan sosok teman-teman yg baik, tanpa pamrih dalam berteman, selalu ada disaat susah maupun senang. Seperti anak SMA pada umumnya ya bisa dibilang genk atau kumpulan anak kece hahaha. Awal terbentuk sih ada 10 member lambat laun satu persatu perlahan menghilang dengan kesibukan nya masing-masing maklum lah sudah jadi orang sibuk mungkin. Ada yang masuk menjadi anggota TNI, sibuk kerja, sibuk kuliah. Tapi jangan sedih member yang masih bertahan ada 8 orang hehe

Perkenalkan kumpulan kami bernama Busukan beranggota kan aku kurnia kampus nya sih Alhamdulillah masih di gunadarma, yuni & afi sama gunadarma juga, tyan STBA LIA, dev i& doddy dari IPB, yohana & agil dari trisakti. Itulah sahabat baik aku dari SMA sampai detik ini masih main bareng. Kenapa kami menamakan kumpulan Busukan, karna kami itu semua nya suka rumpi ya kadang-kadang suka busukin orang juga dan karna terkenal disekolah genk rumpi makanya kami menamakan kumpulan kami itu Busukan :D



Setelah lulus SMA  sebenarnya aku tidak ingin melanjutkan ke perkuliahan. Berhubung cita-cita aku dari kecil itu menjadi pramugari, ingin nya masuk ke sekolah pramugari. Tetapi memang bukan takdir nya kali ya hehe. Ada masalah sedikit akhir nya aku tidak jadi masuk ke sekolah pramugari. Dan jadinya aku menjadi anak kuliahan hmm sampai sekarang. Mungkin karna awalnya tidak niat untuk kuliah, ternyata aku baru sadar aku itu salah jurusan. Ya, sistem informasi aku itu asal milih aja pas pertama mendaftar. Sampai sekarang pun aku belum paham apa prospek kerja nanti setelah lulus kuliah dari jurusan sistem informasi. Tapi sudah terlanjur terjadi yasudah jalani saja J

Saat masuk kuliah aku dapat kelas 1KA16. Jujur anak-anak nya awalnya doang asik kesana-sana nya jadi aneh. Aku merasa tidak nyaman berada dikelas itu. Untung nya saja kelas 1 itu hanya 1 tahun. Naaaah, naik kelas 2 aku masuk ke kelas 2KA25. Kabarnya sih tidak akan dipisah lagi sampai wisuda. Awalnya aku takut kelas 2KA25 akan sama seperti kelas aku dulu di 1KA16. Tapi ternyata anak-anak di 2KA25 asik, seru ya nyaman walaupun kadang ada juga sih yang nyeleneh. Dikelas ini aku menemukan keluarga baru. Susah senang bareng, kalau ada kuis ya bisa dibilang saling membantu lah satu sama lainnya engga pelit, ada tugas selalu saling mengingatkan, pokoknya aku udah ngerasa nyaman banget dikelas aku yang sekarang ini. Tetap jaga keharmonisan ya teman-teman KA25J




Aku ingat banget saat aku ada pertandingan taekwondo di GOR Ciracas Jakarta Timur, anak-anak kelas sebagian ada yang menyempatkan untuk datang ngasih aku semangat. Ya walaupun aku agak ngecewain mereka sih karna aku hanya bisa dapetin medali perak dan kalah disaat –saat terakhir sedih sih tidak bisa meraih medali emas. Tapi aku senang mereka peduli sama aku ciyeeeee:D



Ya mungkin aku hanya bisa menceritakan sedikit kisah aku dan kehidupan aku disini. Semoga yang membaca nya tidak terkejut, tidak sedih, tidak merasa diomongin ya hehe

Senin, 11 November 2013

My Little Ted






Dari semua boneka yang saya miliki, ini adalah boneka yang paling teristimewa yang pernah saya dapatkan. Boneka ini diberikan oleh mantan pacar saya hhehehe. Yang membuat boneka ini istimewa adalah cara dia memberikannya. Saat saya ulang tahun di umur 18 tepat tanggal 1 Juli pukul 00.00 dia datang ke rumah saya dengan tiba-tiba dan muncul didepan pintu rumah. Sempat dibilang maling masuk kerumah saya dengan diam-diam dan sampai satpam rumah pun nungguin dia didepan rumah. Dengan perjuangan nya memberikan kejutan yang sangat wow ini, saya sangat merasa senang luar biasa. Walaupun ukuran nya tidak seberapa tetapi perjuangan nya sangat saya apresiasikan sampai saat ini. Dan tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup saya :)

Kalimat Efektif dan Kalimat Turunan

Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili gagasan pembicara atau penulis sehingga pembaca atau pendengar dapat menerima maksud atau arti serta tujuannya seperti yang dimaksud penulis atau pembicara.

Ciri-ciri kalimat efektif:
·        Kesepadanan
·        Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
·        Kehematan
·        Kelogisan
·        Kesatuan atau Kepaduan
·        Keparalelan atau Kesejajaran

Kalimat Turunan

Dalam kajian bahasa dibedakan unsur bahasa yang sederhana dan unsur yang kompleks. Dalam morfologi terdapat kata sebagai objek kajian morfologi yang memiliki sifat yang demikian itu yang disebut sebagai kata dasar atau kata turunan. Kata Dasar merupakan dasar pembentukan kata turunan, kata turunan merupakan bentukan dari kata dasar.

Kalimat Turunan adalah Kalimat non inti merupakan hasil proses dari mentransformasikan Kalimat Inti. Sebuah kalimat inti dapat ditransformasikan menjadi kalimat transformasi atau kalimat luas dengan mengubah ciri-cirinya, tetapi dengan tetap mempertahankan kata pada S dan P sebagai intinya.

Ciri-ciri dari kalimat turunan:
·        Bersusun / majemuk.
·        Tidak sempurna, elips.
·        Berbentuk pertanyaan atau perintah.
·        Bersifat medial, pasif dan negatif.


Begitu pula dalam sintaks. Kalimat sebagai objek kajian sintaks juga dibedakan atas kalimat dasar dan kalimat turunan, kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat turunan mencakupi turunan tunggal dan kalimat turunan majemuk. Kalimat turunan tunggal merupakan kalimat kompleks yang terdiri atas satu klausa, sedangkan kalimat majemuk merupakan kalimat kompleks yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Jadi istilah dasar dan turunan dilihat dari peranan dalam pembentukannya.

Kalimat Efektif Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh

Pengertian kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Ciri-ciri kalimat efektif:

1.     Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.

Contoh:
Amara pergi ke sekolah, kemudian Amara pergi ke rumah temannya untuk belajar. (tidak efektif)
Amara pergi ke sekolah, kemudian kerumah temannya untuk belajar. (efektif)

2.     Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)

Contoh:
Mahasiswi perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (tidak efektif)
Mahasiswi yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah. (efektif)

3.     Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.

Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama belajar di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)

4.     Kelogisan
Bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)

5.     Kesatuan atau Kepaduan
Maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang disampaikannya tidak terpecah-pecah.

Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan rasa kemanusiaan. (efektif)

6.     Keparalelan atau Kesejajaran
Adalah kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu.

Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)

Harga sembako dibekukan atau dinaikkan secara luwes. (efektif)

DIKSI

Diksi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Diksi bisa diartikan sebagai pilihan kata pengarang untuk menggambarkan sebuah cerita. Diksi bukan hanya berarti pilih memilih kata melainkan digunakan untuk menyatakan gagasan atau menceritakan peristiwa tetapi juga meliputi persoalan gaya bahasa, ungkapan-ungkapan dan sebagainya. Gaya bahasa sebagai bagian dari diksi yang bertalian dengan ungkapan-unkapan individu atau karakteristik, atau memiliki nilai artistik yang tinggi.

Fungsi dari diksi antara lain :
·         Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
·         Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
·         Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
·         Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.
Macam macam hubungan makna :
1.      Sinonim
Merupakan kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.
2.      Antonim.
Merupakan ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.
3.      Polisemi.
Adalah sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
4.      Hiponim.
Adalah suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.
5.      Hipernim.
Merupakan suatu kata yang mencakup makna kata lain.
6.      Homonim.
Merupakan kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
7.      Homofon.
Merupakan kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
8.      Homograf.
      Merupakan kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.